Tujuan dan Fungsi Desain Kemasan

Tujuan desain kemasan dibatasi oleh latar belakang pemasaran yang relevan dan tujuan strategis untuk sebuah merek.

Santai Bersama Cokelatnya SilverQueen

Katagori snack cokelat boleh jadi SilverQueen adalah market leader di Indonesia. Brand SilverQueen memang pantas dikatakan market leader untuk snack cokelat

Makna dalam Sebuah Kemasan

Desain kemasan adalah bisnis kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra,tipografi, dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Desain kemasan berlaku unutk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar

Kejayaan Ditantang oleh Kesederhanaan: Coca cola vs BIG Cola

Persaingan ketat antara 2 produk minuman cola sudah terjalin sejak lama. Namun beberapa tahun belakangan Coca-cola selalu mendominasi pasar minuman berkarbonasi ini. Jika kita perhatikan di depan toko-toko yang ada di kota-kota besar Chiller merah Coca cola cukup memeriahkan pemandangan

Minute Maid Nutriboost, Paduan Segar Susu dan Buah

Nutriboost adalah perpaduan antara susu dan jus buah. Minute maid bukan yang pertama dan sendirian dipasar minuman susu mix fruit, disana sudah bertengger nama calpico namun calpico tidak akan menjadi pesaing karena calpico adalah susu fermentasi dan calpico dikemasan dalam kemasan tetrapack jadi keduanya tidak akan dipajang berdekatan dirak pajang

Monday, 1 June 2015

Proman, Pria Macho yang ramaikan persaingan dengan botol eksotis




Proman Energenesis pertama diluncurkan pada awal tahun 2012 oleh PT. Sari Enesis Indah sebagai minuman energi berkarbonasiProduk ini merupakan minuman berkarbonisasi yang beraroma anggur dan diklaim dapat membantu meningkatkan stamina tubuh dan menyegarkan badan saat bekerja keras dan berolahraga, serta mengurangi rasa lelah, letih dan lesu.
Pria dewasa yang tangguh dan macho nampaknya menjadi sasaran segmen pasar Proman, hal ini terlihat dari iklan yang ditampilkan oleh segerombolan lelaki bule yang sedang asik turing ratusan kilometer dengan motor gede mereka. tampilan iklan seperti ini membuat Proman seakan juga menyasar segmen pria yang sudah mapan atau brand ini untuk menengah keatas.
Ketegasan brand ini begitu kentara dalam balutan kemasan botol kacanya yang eksotis. Dengan kemasan seperti ini Proman menjadi penantang serius brand-brand yang energy drink siap minum yang sudah eksis terlebih dahulu seperti Kratingdaeng, Lipovitan, dan M-150. Disini kemasan menjadi nilai plus sendiri bagi Proman botol kaca ukuran 200 ml yang macho dan eyecaching menjadi daya tarik tersendiri kemasanyapun terasa pas di genggaman untuk ukuran pria. Tampilan luar kemasannya berkelir dominan hitam doff memberi aura tangguh dan stabil. Aksen merah dibagian tengah serta logo berwarna gold dengan tipografi yang tegas pada panel display utamanya memberi kesan eksotis tersendiri.
Sementara itu ketiga pesaingnya yang disebutkan diatas tampil dengan ukuran botol yang sama 150 ml, dan tampilan yang tidak jauh berbeda agak mirip botol obat menurut saya.
Rasa yang ditawarkan proman adalah anggur berkanonasi (soda), ketika pertama sekali mencobanya terasa tidak pas dilidah saya namun setelah beberapa tegukan malah terasa asik. Kalau dibandingkan dengan Kratingdaeng menurut saya rasanya lebih asik Kratingdaeng. Efeknya lumayanlah buat begadang kalau di cek containnya Proman ternyata ada 50 mg kafein di dalamnya, mungkin ini yang membuat mereka memasang tagline “energi 5 jam bertumbuh”.
Sekarang Proman tidak lagi tampil dalam kemasan kaca 200 ml namun sudah menambah ke kemasan kaleng siap minum dan kemasan sachet siap saji. Ini pertanda Proman mulai say war kepada minuman energi sachetan seperti Extra Joss dan Kukubima. Tentunya persaingan akan semakin seru karena segmen produk ini sudah ramai dengan para newcomer.



Daun Pisang, Pembungkus Eksotis nan Eksis


   Kali ini kita akan membahas kemasan yang klasik namun tak lekang di telan masa. Kemasan tersebut adalah kemasan berbahan daun pisang. Kemasan daun pisang merupakan bentuk kemasan tradisional yang ditemuai di setiap daerah di Indonesia dalam membungkus produk makanan. Sebagai kemasan daun pisang memiliki kekhasan tersendiri. Tidak hanya tanpilan etniknya yang eksotis namun daun pisang juga mampu memberikan aroma dan warna tambahan bagi makanan yang dikemasnya. Ini terutama terjadi karena daun pisang sebagai kemasan juga ikut dalam proses produksi atau membuatan makanan itu sendiri.
    Berikut ini adalah beberapa panganan yang dikemas dengan daun pisang.









Inovasi Kemasan Ala Take Away Food Packaging


Take away food adalah makanan yang dibungkus lalu dibawa pulang. Tren membawa pulang makanan yang di beli di warung maupun restoran meningkat seiring dengan padatnya aktivitas kerja karyawan. Beberapa restoran makanan melakukan inovasi kemasan bawa pulangnya agar lebih menarik dipandang konsumen mereka.
Beberapa inovasi take away packaging antara lain adalah sebagai berikut.
1.Togo Burger


Kemasan Togo Burger ini memungkinkan konsumen membawa burger, kentang goring dan minuman hanya dengan satu tangan. Secara fungsi sama dengan fungsi kantong kresek tapi inovasi rancangan  Seulbi Kim dari Rhode Island School of Design di Amerika Serikat ini memberikan feel tersendiri ketika anda membawa burger ini kembali ke kantor untuk makan siang.



2.      McDonald
Konsepnya mirip dengan Togo Burger yaitu menyatukan kemasan burger, kentang goring dan minuman dalam satu wadah tersusun, seperti konsep rantanglah. Hanya saya McDonald menggunakan material plastik.

3.  Agile Pack
Design ini dikembangkan oleh Fabio Pereira da Silva dari Una Design di Bento Gonçalves, Brazil. Konsepnya adalah menyatukan wadah makanan dan wadah minuman dalam satu wadah tersusun, mirip dengan design sebelumnya juga hanya disini anda tidak perlu membongkar susunan wadahnya karena tersedia sedotan yang terhubung denga minuman dibagian bawah wadah.



Duel Identik Biskuit Crakers, ASW vs Unibis


Ulasan kali ini saya buat setelah kunjungan saya ke salah satu pabrik biskuit di kota Medan dalam rangka kunjungan pabrik. PT Asia Sakti Wahid Food perusahaan biscuit yang memproduksi biskuit berupa biskuit, crakers dan wafer. 



Membahas tentang packaging pruduk ASW food fokusnya pada kemasan crakers. Setidaknya ada 2 jenis crakers yang diproduksi oleh ASW food yaitu cream crakers dan malkist crakers keduanya menggunakan tagname yang sama yaitu Hatari. Yang menarik adalah kemasan crakers Hatari sangat identik dengan crakers buatan Unibis yang lebih sering saya temui dipasaran. 

Kemasan craem crakers menggunakan warna dominan kuning sedangkan malkist crakers menggunakan warna dominan hijau. Keduanya tampil persis layout, warna, panel display, label. Lalu ada apa diantara keduanya hingga begitu mirip. Pihak ASW foods yang saya Tanya saat kunjungan pabrik hanya menyebutkan masalah desain kemasan itu bagian R and D yang menangani. Kalau dilihat dari tahun pendirian Unibis memang sudah berdiri lebih dulu dari ASW tepatnya tahun 1972 sedangkan ASW baru berdiri 10 tahun kemudian. Di pasaran pun lebih seiring kita menemui produk Unibis dibandingkan Hatarinya ASW. Apakah kemasan yang identik ini merupakan stategi dari ASW dalam memerobos pasar produk crakers.






Bagi saya defernsiasi sebuah produk itu penting dalam persaingan. Kedua produk crakers ini seolah tak memiliki perbedaan dengan bentuk, ukuran dan harga yang relatif persis. Saya kira Hatari harus membuat pembeda dan memberi nilai tambah lebih sehingga produknya mampu diterima lebih baik oleh konsumen.

Santai Bersama Cokelatnya SilverQueen


Katagori snack cokelat boleh jadi SilverQueen adalah market leader di Indonesia. Brand SilverQueen memang pantas dikatakan market leader untuk snack cokelat. Berikut ini adalah 4 alasan mengapa SilverQueen menjadi juara pasar snack cokelat nasional.
1.      Positioning yang tepat
SilverQueen memiliki segmen pasar yang jelas yaitu anak muda. Remaja memang usia paling latah untuk membeli cokelat dibanding kelompok usia lain hal ini begitu terlihat dari design iklan brand yang mengambil tagline “Santai belum lengkap tanpa SilverQueen” ini. Uniknya pada remaja masih berlaku sesuatu yang boleh dikatakan tradisi nyatakan dengan cokelat. Jadi cokelat untuk anak muda merupakan sesuatu yang klop. Bandingkan dengan desain iklan pesaing mereka seperti Delfi atau Kitkat, tidak begitu jelas segmen pasar yang dituju.
2.      Varian dan Pengembangan produk
Varian pada SilverQueen tidak terbatas pada rasa saja tetapi produk, konsep produk hingga packaging beritu variatif. Bagi anda yang suka jajan cokelat tentunya kenal dengan SilverQueen Chunky Bar, Rockz, Caramel.
3.      Promosi yang kontinu
Kenapa saya menyebutkan promosi, langsung aja ke TKP http://www.silverqueensantai.com. SilverQueen termasuk brand yang getol bagi-bagi hadiah hati ini mereka nawarin liburan ke Raja Ampat dan Lombok.
4.      Rasa
Aspek rasa merupakan sesuau yang tidak bisa dilepaskan dari industri makanan betapapun hebatnya marketer mereka bisa menjual produknya terdepan di mata konsumen. Rasa cokelat SilverQueen lumayan asik dengan taburan kacang yang guruh membuatnya asik untuk terus diemut. Manis 12% gulanya cukup manis tapi tidak berlebihan.

Aspek packing kemasan kertas khas produk cokelat SilverQueen asik dan Classy namun design grafis kemasannya tetap youngest. Warna kuning gradasi kacang yang menjadi ciri kemasan SilverQueen menghadirkan pembangkit selera makan tersendiri. Warna default ini begitu mudah tertangkap mata ketika dipajang di rak swalayan, sehingga begitu mudah dikenali oleh konsumen. Brand SilverQueen sebagai panel display utama yang dibuat timbul menghadirkan sensasi sentuhan ketika konsumen menyentuhnya.

Tipografi dalam Desain Kemasan

Pada desain kemasan, tipografi merupakan media utama untuk mengkomunikasikan nama, fungsi, dan fakta produk bagi konsumen luas. Pemilihan tipografi, tata letak, dan penerapan huruf dan kata-kata mempengaruhi bagaimana suatu hasil cetak dibaca. Dalam tipografi pada desain kemasan menjadi salah satu elemen penting dari ekspresi visual produk.
Tipografi bersal dari bahasa Yunani typos (impresi) dan graphein (menulis). Tipografi menggunakan bentuk huruf untuk mengkomunikasikan secara visual suatu bahasa lisan. Oleh karena huruf dibentuk oleh budaya asal huruf, penggunaan huruf, penggunaan huruf sebagai sarana tipografi adalah bagian dari bahasa visual suatu budaya. Seperti yang dikatakan desiner huruf Eric Gil, dalam An Essay on Typography, ia menyatakan, “Huruf adalah benda, bukan penggambaran benda-benda.”

Bentuk tipografi bisa berupa huruf atau karakter individual, kata-kata, bentuk-bentuk, atau simbol-simbol. Kemudahan untuk dibaca, mudah dikenali, waktu bacaan (berapa lama waktu yang diperlukan seseorang untuk membacanya), ukuran, bentuk, dan gaya, semuanya merupakan karakteristik tipografi yang mempengaruhi komunikasi. Secara khusus, baik mekanika cara pembacan (misalnya, dari kiri ke kanan dan sebaliknya) maupun persepsi individual mempunyai pengaruh penting pada komunikasi tipografi.

Tuesday, 16 December 2014

Daun Pisang, Pembungkus Eksotis nan Eksis



   Kali ini kita akan membahas kemasan yang klasik namun tak lekang di telan masa. Kemasan tersebut adalah kemasan berbahan daun pisang. Kemasan daun pisang merupakan bentuk kemasan tradisional yang ditemuai di setiap daerah di Indonesia dalam membungkus produk makanan. Sebagai kemasan daun pisang memiliki kekhasan tersendiri. Tidak hanya tanpilan etniknya yang eksotis namun daun pisang juga mampu memberikan aroma dan warna tambahan bagi makanan yang dikemasnya. Ini terutama terjadi karena daun pisang sebagai kemasan juga ikut dalam proses produksi atau membuatan makanan itu sendiri.
    Berikut ini adalah beberapa panganan yang dikemas dengan daun pisang.










luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com