Tujuan dan Fungsi Desain Kemasan

Tujuan desain kemasan dibatasi oleh latar belakang pemasaran yang relevan dan tujuan strategis untuk sebuah merek.

Santai Bersama Cokelatnya SilverQueen

Katagori snack cokelat boleh jadi SilverQueen adalah market leader di Indonesia. Brand SilverQueen memang pantas dikatakan market leader untuk snack cokelat

Makna dalam Sebuah Kemasan

Desain kemasan adalah bisnis kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra,tipografi, dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Desain kemasan berlaku unutk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar

Kejayaan Ditantang oleh Kesederhanaan: Coca cola vs BIG Cola

Persaingan ketat antara 2 produk minuman cola sudah terjalin sejak lama. Namun beberapa tahun belakangan Coca-cola selalu mendominasi pasar minuman berkarbonasi ini. Jika kita perhatikan di depan toko-toko yang ada di kota-kota besar Chiller merah Coca cola cukup memeriahkan pemandangan

Minute Maid Nutriboost, Paduan Segar Susu dan Buah

Nutriboost adalah perpaduan antara susu dan jus buah. Minute maid bukan yang pertama dan sendirian dipasar minuman susu mix fruit, disana sudah bertengger nama calpico namun calpico tidak akan menjadi pesaing karena calpico adalah susu fermentasi dan calpico dikemasan dalam kemasan tetrapack jadi keduanya tidak akan dipajang berdekatan dirak pajang

Showing posts with label design. Show all posts
Showing posts with label design. Show all posts

Sunday, 7 June 2015

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Desain Kemasan

Persaingan Rak Ritel
Pada desain kemasan, prinsip dasar desain disesuaikan agar tujuan setiap tugas desain dapat terpenuhi. Panduan ini membantu mendefinisikan bagaimana warna, tipografi, struktur serta citra diterapkan ke dalam suatu layout desaib agar mencitakan kesan yang seimbang, intensif, proporsi, dan penampilan yang tepat. Inilah yang membuat elemen-elemen desain mampu berkomunikatif.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi desain kemasan dapat menarik bagi konsumen. Begitu banyak penelian tentang bagaimana perilaku konsumen dan analisi yang dilakukan terhadap faktor-faktor tersebut. Jika kita mengesampingkan marketing mix (product, price, place, promotion) maka terdapat elemen-elemen penting yang mampu menarik perhatian konsumen sehingga mampu menerobos kerumunan visual dalam kompetisi rak ritel.
Penarik perhatian utama
  • Warna
  • Struktur (bentuk)
  • Simbol
  • Tipografi

Daya tarik elemen desain
Prinsip dasar desain + tujuan pemasaran yang jelas + penarik perhatian utama yang efektif  = Desain kemasn yang baik

                Desain kemasan yang mampu memenuhi target pasar
  • Sesuai dengan budaya setempat
  • Tata bahasa yang tepat
  • Logis secara visual
  • Dirancang secara kompetitif

Panel Display Utama
Apapun struktur desain kemasan atau apapun material yang dipakai, selalu terdapat tempat khusus yang digunakan untuk menampilkan identitas merek dan elemen-elemen komunikasi utama. Area ini disebut dengan panel display utama (primary display panel-PDP). PDP terdapat pada bagian depan kemasan. PDP merupakan area yang penting dalam aspek komunikasi visual dan strategi pemasaran.
Elemen-elemen yang terdapat dalam PDP meliputi
  • Simbol merek
  • Nama merek
  • Nama produk
  • Keterangan komposisi
  • Berat bersih informasi nilai gizi
  • Tanggal kadaluarsa, peringatan bahaya, aturan penggunaan, dosis, instruksi
  • Ragam
  • Barkode

Elemen yang diatur dengan desain meliputi
  • Warna
  • Citra
  • Huruf
  • Illustrasi
  • Sarana grafis
  • Foto
  • Simbol
  • Ikon
  • Hirarki visual

PDP desain yang baik
  • Mengkomunikasikan strategi pemsaran/merek dengan efektif
  • Menyampaikan informasi produk dengan jelas
  • Menekankan informasi hirarki dan mudah dibaca
  • Menyarankan fungsi, penggunaan dan tujuan produk secara visual
  • Menjelaskan penggunaan dan cara pemakaian secara efektif
  • Membedakan produk dari produk lain sejenis
  • Membedakan produk di rak display dengan ragam produk yang lain.


Wednesday, 3 June 2015

Pengaruh Warna pada Desain Kemasan

Warna merupakan aspek yang sangat berpengaruh pada desain kemasan. Pelanggan akan mengidentifikasi warna kemsan atau produk sebelum fitur visual lainya. Warna membedakan kepribadian. Menarik perhatian ke atribut-atribut lainya, dan memungkinkan untuk membuat perbedaan dari kompetitor dalam lingkungan ritel yang ramai. Keputusan pembelian sering dibuat berdasarkan hal tersebut.
Warna dapat digunakan untuk mengidentifikasikan pembuat dan merek. Warna dapat mengidentifikasi budaya, jenis kelamin, usia, etnis, daerah lokal, dan harga atau membedakan elemen-elemen tipografi. Penggunaan warna dengan tepat, dapat menerobos kategori  produk dan mendiferensiasi ragam produk, komposisi, rasa atau aroma suatu lini produk.

Sebagai suatu alat pemasaran, warna dapat menjadi kekuatan persuasif bawah sadar. Sebagai suatu komponen fungsional dari pengelihatan manusia, warna dapat menarik perhatian, menyejukan atau menyakitkan mata, dan perpengaruh pada kesuksesan suatu produk, jasa bahkan interior design. Warna yang salah dapat menjadi kesalahan yang mahal.

Monday, 1 June 2015

Daun Pisang, Pembungkus Eksotis nan Eksis


   Kali ini kita akan membahas kemasan yang klasik namun tak lekang di telan masa. Kemasan tersebut adalah kemasan berbahan daun pisang. Kemasan daun pisang merupakan bentuk kemasan tradisional yang ditemuai di setiap daerah di Indonesia dalam membungkus produk makanan. Sebagai kemasan daun pisang memiliki kekhasan tersendiri. Tidak hanya tanpilan etniknya yang eksotis namun daun pisang juga mampu memberikan aroma dan warna tambahan bagi makanan yang dikemasnya. Ini terutama terjadi karena daun pisang sebagai kemasan juga ikut dalam proses produksi atau membuatan makanan itu sendiri.
    Berikut ini adalah beberapa panganan yang dikemas dengan daun pisang.









Monday, 24 June 2013

Harga dari Sebuah Desain Kemasan

Mungkin banyak yang masih mempertanyakan mengapa disain kemasan yang dihasilkan oleh rumah desain kemasan harganya bisa sangat mahal bila bisa mencapai puluhan juta rupiah bila dibandingkkan dengan desain yang dibuat oleh disainer grafis atau percetakan biasa yang hanya mengenakan tarif ratusan ribu saja ataupun desain yang dibuat oleh desainer amatir kelas mahasiswa yang mungkin hanya bekisarpuluhan ribu rupiah saja. mengapa pula korporat-korporat besar bersedia mengeluarkan uang jutaan bahkan puluhan juta rupiah hanya untuk merancang bungkus barang dagangan mereka.

Itu karena mendesain kemasan bukan sekedar menggambar bungkus produk dengan bagus saja. Desain kemasan adalah serangkaian proses panjang yang melibatkan berbagai riset dan analisis dari berbagai sudut bidang ilmu. Sehingga tujuan dari desin kemasan itu sendiri benar-benar mampu dicapai.

Proses disain kemasan  pada rumah desain kemasan biasanya diawali  dengan melihat kondisi pasar dengan mengumpulkan berbagai informasi yang komprehensif mengenai informasi latar belakang tentang perusahaan dan merek, sifat dan ruang lingkup kepribadian produk, riset mengenai tren dan kompetisi pasar, target pasar,jadwal waktu, anggaran dan isu biaya, isu produksi dan keterbatasan, isu-isu peraturan serta kebijakan terhadap lingkungan. Dan  menetapkan tujuan strategis pemasaran. Ada berbagai pihak yang terlibat dan berkepentingan dalam menciptakan sebuah kemasan seperti; tenaga pemasaran, Penelitian dan pengembangan, insinyur struktur, bagian produksi, bagian pembelian material, bagian operasi dan agen periklanan.

Menurut marianne rosner dalam bukunya menyebutkan bahwa ada 4 fase dalam desain kemasan.

Fase 1: Riset dan Analisis
Fase ini dilakukan setelah pemasaran awal didefenisiksan. Dalam fase ini  yang dilakukan adalah.

Analisis ketegori, apakah kekuatan dan kelemahan dari keseluruhan aktifitas kompetisi.

Analisis produk, bagaimana produk berfungsi, fungsi primer dan sekunder, kehandalanya, aksesibilitasnya, pemakaian material, desain ergonomis, pengunaan ruang rak, serta dampak lingkungan.

Nama Merek, nama merek mengawali hubungan antara merek dengan target konsumen.

Penciptaan Nama,  bagaimana nama dapat membangkitkan respon positif konsumen dengan mengkombinasikan kata-kata dan huruf untuk menghasilkan kata baru.

Referensi Visual, untuk membangkitkan inspirasi desain

Papan konsep.

Fase 2: Desain Awal

Memulai suatu Strategi Desain

Sesi Brainstorming, untuk menghasilkan sejumlah besar ide.

Konsep dan Strategi, sebuah konsep adalah ide utama suatu desain untuk untuk mengkonmunikasikan suatu strategi desain secara visual.

Membuat Sketsa Hitam Putih

Pengembangan Logo

Pengembangan Sketsa Singkat

Tata Letak Awal


Hierarki Visual, bagaimana membaca desain kemasan.

Kajian Desain dan Presentasi, dimana konsep awal ditampilkan, dikritik, dan dikaji berdasarkan tujuan pemasaran strategis. Tata letak awal diperbaiki, dikombinasikan, atau dibuang dan menyisakan satu tata letak  yang paling baik untuk dibawa ke fase pengembangan desain berikutnya.

Fase 3: Pengembangan Desain
Eksplorasi pada fase kedua dipersempit menjadi arah strategis yang berlanjut ke fase ini. Sejumlah arah kreatif dikembangkan dengan konsep akan lebih diperbaiki.
Pada proses ini pemakaian fotografi atau ilustrasi ditetapkan. Semua teks dan grafis pada panel display utama diperbaiki lebih jauh, desain untuk bagian lainya(atas, bawah dan belakang) dikembangkan. Penempatan dan tata letak awal informasi berat bersih, nilai gizi, komposisi, peringatan dan arahan ditetapkan pada tahap ini.

Model tiga dimensi atau prototipe yang memberikan representasi realistis cetakan akhir desain kemasan.
Riset konsumen dalam fase ini dapat membantu  memperkirakan nilai elemen-elemen desain dan bagaimana andil elemen-elemen desain itu terhadap ekuitas merek. Tujuan riset pada fase ketiga adalah untuk:
•    Mengobservasi kekuatan dan kelemahan dalam kompetisi
•    Mengeksplorasi inspirasi baru dan pendekatan baru untuk konsep desain
•    Mempelajari respon konsumen.

Fase 4: Perbaikan Desain Akhir
Setiap elemen desain dalam konsep desain akhir yang terpilih mengalami proses perbaikan dalam fase desain yang terakhir ini. Fase keempat biasanya berakhir dengan persetujuan klien terhadap model tiga dimensi akhir.

Fase 5: Pra-produksi dan Mekenika Digital
Desainer bertanggungjawab  untuk menyiapkan file produksi akhir dan melakukan pemeriksaan cetakan pertama serta mengawasi proses percetakan pertama tersebut. Setelah pemeriksaan percetakan disetujui barulah pekerjaan selesai.

Wednesday, 19 June 2013

Makna dalam Sebuah Kemasan



Desain kemasan adalah bisnis kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra,tipografi, dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Desain kemasan berlaku unutk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar. Pada akhirnya desain kemasan berlaku pada pemasaran produk dengan mengkomunikasikan kepribadian atau fungsi produk konsumsi secara unik.

Memulai metode desain yang komperhensif, desain kemasan menggunkan banyak sarana untuk menangani masalah pemasaran yang rumit. Brainstorming, eksplorasi, eksprerimen, dan pemikiran strategis adalah beberapa cara dasar dimana informasi visual dan verbal menjadi suatu konsep, ide atau strategi desain. Melalui suatu strategi desain produk yang disususn dengan efektif, informasi produk disampaikan kepada konsumen.

Desain kemasan harus berfungsi sebagai sarana estetika untuk berkomunikasi dengan semua orang dari berbagai latar belakang, minat, dan pekerjaan yang berbeda, karena itu pengetahuan tentang antropologi, sosiologi, psikologi, etnografi, dapat memberi manfaat dalam proses desain dan pilihan desain yang tepat. Khususnya, pengetahuan terhadap keragaman sosial dan buday, prilaku manusia secara non biologis, dan selera kebudayaan serta perbedaan budaya dapat membantu membantu memahami bagaimana elemen visual dapat mengkomunikasikan dengan baik suatu produk.  

Pemahaman psikologi dan studi proses mental dan prilaku dapat membantu menganalisis motivasi manusia melalui persepsi visual. Pemahaman dasar bahasa termasuk fonetik (intonasi suara, ejaan), Sematik (arti kata), dan siintaksis (susunan) dapat membantu pemakaian dan susunan kata yang tepat. Selanjutnya matematika, arsitektur, ilmu material, bisnis, dan perdagangan internasional merupakan bidang yang langsung berhubungan dengan desain kemasan.

Penyesuaian masalah visualisasi adalah inti dari desain kemasan. Masalah visualisai itu bisa berupa perkenalan produk baru atau peningkatan penampilan produk yang sudah ada, kreatifitas dari semua konsep dan sketsa hingga desain tiga dimensi, analisis desain, dan penyelesaian masalah teknis merupakan cara penyelesaian masalah desain hingga menjadi solusi inovatif. Tujuanya bukanlah untuk menciptkan penampilan desain yang menarik secara visual karena desain kemasan yang hanya indah dipandang tidak bisa menggaet pasar dengan sukses. Pencapaian tujuan strategis  dan  target pemasaran secara kreatif melalui solusi desain yang tepat adalah fungsi utama desain kemasan.

Sebagai alat penyalur kreativitas, desain kemasan menjadi sarana untuk berekspresi. Bukan berlebihan bila dikatakan desain kemasan adalah ekspresi produk, bukan ekspresi pribadi, dan bahwa pandangan pribadi desainer  atau tenaga pemasaran baik warna, bentuk, material, atau gaya tipografi seharusnya hanya sedikit mempengaruhi sebuah desain kemasan. Ekspresi produk, suatu yang menarik konsumen target pangsa pasar, dicapai melaui proses kreatif dimana elemen fisik dan visual bersama-sama mengkomunikasikan emosi, budaya, sosial, psikologi, dan informasi kepada konsumen target.

Desain Kemasan



Dalam perkembangan arus bisnis yang begitu terus bertambah kencang, usia hidup sebuah produk menjadi kian tergerus, waktu perancangan sebuah produk juga semakin diperpendek. Semua demi menjadi pilihan konsumen di tengah pasar yang begitu kompetitif. Dalam perkembangan kekinian industri saat ini bukan hanya nilai, harga dan desain dari sebuah produk yang menjadi faktor penentu elektabilitas sebuah barang yang dilempar ke pasar tetapi bagaimana menampilkan atau mengemas produk tersebut agar mampu menarik hati pelanggan.

Jika  kita jalan-jalan ke sebuah supermarket tentunya akan ada puluhan  bahkan lebih merek produk  produk dalam satu kategori produk, dalam satu rak supermarket. Ini sebuah persaingan nyata bagaimana sebuah produk dapat terlihat dengan baik dan mampu menarik perhatian pembeli.

Inilah bagaimana desain produk mampu mempengaruhi penjualan dan mengubah pasar bahkan tanpa mengubah desain dan dan komposisi produk.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com